Kamis, 26 Maret 2015

Informasi Akuntansi defferensial


INFORMASI AKUNTANSI DIFFERENSIAL

Salah satu informasi penting yang biasanya diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan  adalah informasi akuntansi differensial. Dalam pengambilan keputusan, perilaku manajemen menggunakan berbagai  masukan di dalam model pengambilan keputusan mereka, yang dapat bersifat keuangan, nonkeuangan, dan bahkan  yang bersifat nonkuntitatif.

]  PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan keputusan dilaksanakan melalui empat tahap yang berurutan sebagai berikut ini (1) pengakuan dan perumusan masalah atau kesempatan, (2) Pencarian tindakan alternative dan pengkualifikasian konsekuensinya masing – masing, (3) pemilihan alternative optimum atau alternative yang memuaskan, (4) implementasi dan penindaklanjutan.

1)      Pengakuan Dan Perumusan Masalah Atau Kesempatan
Keputusan yang harus diambil oleh manajemen kemungkinan merupakan respon terhadap (1) peristiwa yang mengandung masalah, (2) ancaman yang dirasakan ada, (3) kesempatan yang diperkirakan akan terjadi. Pengambilan keputusan dapat pula dipicu oleh adanya ancaman yang berupa hadirnya pesaing baru yang sangat egresif dalam memasuki pasar dengan harga produknya jauh di bawah harga yang ditawarkan oleh perusahaan. Kesempatan yana dipandang akan memberikan peluang bisnis bagi perusahaan juga dapat memicu timbulnya keputusan.
            Beberapa manajer menyukai status quo dan hanya akan bereaksi terhadap peristiwa besar yang tidak diduga sebelumnya. Manajer lain cepat bereaksi untuk perbedaan yang sekecil apa pun dan tidak mau memberikan adanya perbedaan tersebut sebelum penyelesaian  yang memuaskan ditemukan dan diselesaikan.

2)      Pencarian Tindakan Alternatif Dan Kuantifikasi Konsekuensinya Masing-Masing
            Cara lain dalam pencarian tindakan alternatif adalah dengan mencari alternatif baru untuk memecahkan masalah atau menghadapi kesempatan. Biasanya alternative ini di tempuh jika pengambil  keputusan belum pernah mamilki pengalaman dengan masalah atau kesempatan yang dihadapinya sekarang.
3)      Pemilihan Alternatif Optimum Atau Alternatif Yang Memuaskan
            Tahap yang paling gawat dalam proses pengambilan keputusan adalah pemilihan satu diantara alternatif yang dapat dipilh. Meskipun tahap ini tampaknya rasional, namun pemilihan akhir sering kali lebih didasarkan atas pertimbangan yang bersifat politik dan psikologis dari pada pertimbangan ekonomis rasional.
Untuk memungkinkan manajemen melakukan pemilihan alternative secara rasional ekonomis, informasi akuntansi diferensial yang bersangkutan dengan alternative yang akan dipilih perlu disajikan bagi pengambil keputusan. Informasi akuntansi diferensial mampu mengurangi sebagian ketidakpastian yang dihadapi oleh pengambil keputusan dalam pemilihan alternative.

4)      Implementasi dan Penindaklanjutan
Berhasil atau tidaknya pilihan akhir tergantung atas efisiensi implementasi alternative yang telah dipilih. Implementasi hanya akan berhasil jika individu yang memiliki pengendalian terhadap sumber daya organisasi yang diperlukan untuk melaksanakan keputusan tersebut sepenuhnya sanggup mewujudkan alternative yang dipilih. Keadaan yang ideal adalah jika kekuasaan atas sumber daya organisasi berada di tangan individu atau kelompok yang mensponsori pengambilan keputusan tersebut. Untuk meyakinkan efisiensi implementasi keputusan, umpan balik hasil pelaksanaan keputusan harus diinformasikan secara periodic dan diperlukan pembetulan segera penyimpangan yang tidak diinginkan.

]  PERAN INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Dalam pengambilan keputusan, informasi akuntansi berperan untuk:
1.      Merangsang manajemen di dalam menyadari dan mendefinisikan masalah.
2.      Memisahkan alternative tindakan yang satu dengan alternative tindakan yang lain.
3.      Menjelaskan konsekuensi berbagai alternative tindakan yang akan dipilih.
4.      Membantu menganalisis dan menilai berbagai alternative tindakan yang akan dipilih.

]  KONSEP INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL
Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya dalam alternative tindakan tertentu dibandingkan dengan alternative tindakan yang lain.  Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok yaitu merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda diantara alternative yang dihadapi oleh pengambil keputusan.
Informasi akuntansi diferensial terdiri dari biaya, pendapatan, dan aktiva. Informasi akuntansi diferensial yang hanya berkaitan dengan aktiva disebut aktiva deferensial (differential assets), dan yang hanya berkaitan dengan pendapatan disebut dengan pendapatan diferensial (differential revenue), dan yang hanya berkaitan dengan biaya diferensial (differential cost).

]  BIAYA DIFERENSIAL SEBAGAI BAGIAN INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL
a.       Biaya diferensial versus biaya relevan
Suatu biaya disebut biaya relevan jika biaya tersebut berhubungan dengan tujuan perekayasaan biaya tersebut. Biaya yang relevan dengan pengambilan keputusan disebut dengan istilah yang lebih tepat: biaya diferensial. Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut pemilihan alternative masa yang akan datang dan untuk dapat melakukan pemilihan pengambil keputusan harus dapat membedakan di antara alternative yang tersedia, maka informasi yang relevan adalah informasi masa yang akan datang dan yang berbeda di antara alternative yang akan dipilih.
Oleh karena itu istilah biaya diferensial berbeda pengertiannya dengan biaya relevan, karena istilah biaya relevan adalah istilah yang umum, yang tidak selalu berhubungan dengan pengambilan keputusan.
b.      Biaya diferensial sebagai biaya masa yang akan datang (future cost)
Pengambilan keputusan merupakan pemilihan berbagai macam alternative untuk masa yang akan datang. Oleh karena itu informasi biaya yang diperlukan sebagi dasar pengambilan keputusan adalah biaya masa yang akan datang. Biaya masa yang akan datang (fiture cost) adalah biaya yang dapat diperkirakan akan terjadi dalam periode yang akan datang. Karena biaya ini merupakan biaya yang diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang maka jumlahnya harus ditaksir dan terjadinya harus diramalkan.
c.       Biaya diferensial adalah biaya yang berbeda-beda
Biaya diferensial adalah biaya masa yang akan datang yang akan diperkirakan akan berbeda, atau mempengaruhi oleh uatu pengambilan keputusan pemilihan di antara berbagai macam alternative. Oleh karena itu, biaya tersebut relevan dengan analisis yang dilakukan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan.
d.      Perbedaan biaya penuh dengan biaya diferensial
Biaya diferensial (differential cost) berbeda dengan biaya penuh (full cost) dalam 3 aspek berikut ini: (1) unsur biaya, (2) sumber informasi dan (3) perspektif waktu.
Unsur yang membentuk biaya penuh suatu produk adalah terdiri dari biaya langsung yang berkaitan dengan produk ditambah dengan biaya tidak langsung di bebankan kepada produk tersebut.
Informasi biaya penuh dapat diambil langsung dari catatan akuntansi regular perusahaan, karena system akuntansi perusahaan memang dirancang untuk menghasilkan informasi biaya penuh dalam kegiatan normalnya. Cara yang biasanya ditempuh untuk mengumpulkan biaya diferensial adalah dengan merancang system akuntansi sedemikian rupa sehingga memudahkan penaksiran biaya diferensial tersebut sesuai dengan masalah tertentu yang sedang dihadapi oleh pengambil keputusan.
Contoh keputusan yang memerlukan biaya diferensial adalah perubahan metode, perencanaan kegiatan, membuat atau membeli, dan kuantitas yang dipesan. Contoh keputusan yang memerlukan informasi baik biaya diferensial maupun pendapatan diferensial adalah analisis penawaran/permintaan/harga, penetapan harga kontribusi, penghentian produksi suatu produk, penambahan jasa, penjualan atau pengolahan lebih lanjut dan pemilihan berbagai taktik pemasaran.
Contoh 1
Manajer A menghadapi masalah pemilihan dua alternative pembelian mesin merk X dan Y. Data yang dikumpulkan mengenai kedua merk tersebut disajikan sbb.

Merk X
Merk Y
Kepastian produk per jam
1.000 satuan
1.000 satuan
Harga beli dan biaya pemasangannya
Rp3.000.000
Rp3.000.000
Biaya operasi mesin per minggu
Rp100.000
Rp150.000
Umur ekonomis
10 tahun
10 tahun
Nilai residu pada akhir umur ekonomis
Rp500.000
Rp500.000


  1. Biaya diferensial versus biaya variable
Pengertian biaya differensial tidak selalu sama dengan pengertian biaya variable. Biaya variable merupakan biaya yang berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan, sedangkan biaya diferensial selalu berkaitan dengan alternative tertentu yang sedang dipertimbangkan untuk dipilih.
  1. Biaya diferensial versus biaya tetap
Biaya tetap merupakan biaya yang jumlah totalnya tidak berubah dengan adanya perubahan volume kegiatan dalam kisar perubahan volume kegiatan.  
Sebagai contoh pembukaan daerah pemasaran yang baru akan memerlukan gaji manajer pemasaran yang baru untuk daerah tersebut. Biaya gaji tersebut merupakan biaya tetap jika nanti dikeluarkan, tetapi biaya tersebut hanya akan terjadi jika keputusan untuk membuka daerah pemasaran baru tersebut diambil. Oleh karena itu, biaya gaji menejer tersebut merupakan biaya diferensial dalam pengambilan keputusan membuka atau tidak membuka daerah pemasaran baru.
  1. Biaya diferensial versus biaya depresiasi
Depresiasi merupakan alokasi secara periodic kos aktiva yang tetap yang diperoleh pada waktu yang lampau. Depresiasi berhubungan erat dengan pengambilan keputusan jangka panjang dan hanya dipengaruhi pada saat keputusan penanaman modal diambil. Dalam pengambilan keputusan jangka pendek biaya depresiasi bukan merupakan biaya diferensial dan dapat diabaikan.

  1. Biaya Diferensial Versus Biaya Tambahan (Incremental Cost)
Biaya tambahan (Incremental Cost) suatu alternaif  adalah tambahan biaya yang akan terjadi jika suatu alternative yang berkaitan dengan perubahan volume kegiatan dipilih. Biaya tambahan merupaka informasi akuntansi manajemen yang berhubungan dengan penambahan dan pengurangan volume kegiatan.
Karena biaya tambahan merupakan tambahan yang berhubungan dengan suatu alternative, maka biaya ini sesungguhnya berasal dari pengertian biaya diferensial. Biaya tambahan merupaka jumlah semua biaya diferensial yang berhubungan dengan suatu alternative yang berkaitan dengan penambahan atau pengurangan volume kegiatan.
Jika biaya tambahan dihubungkan dengan suatu alternative tindakan tindakan yang kemungkinan akan dilaksanakan  atau mungkin juga tidak dilaksanakan oleh manajemen, biaya tambahan mungkin dapat terjadi  mungkin juga tidak. Apabila alternative yang diusulkan bukan merupakan penambahan kegiatan melainkan berupa peniadaan suatu kegiatan yang sekarang ada, maka biaya tertentu yang ada sekarang dapat dihindari. Biaya ini disebut biaya terhindarkan (avoidable cost), yaitu biaya yang tidak akan terjadi jika suatu alternative dipilih. Sesungguhnya biaya terhundarkan merupakan variasi biaya tambahan. Oleh karena itu, biaya ini seringkali disebut dengan istilah penghematan biaya tambahan (incremental cost saving atau negative incremental cost).

  1. Biaya Diferensial Versus Biaya Kesempatan (Opportunity Cost)
Biaya kesempatan adalah pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilih alternative tertentu. Biaya kesempatan merupakan salah satu elemen biaya diferensial,  namun biaya diferensial tidak terbatas pada biaya kesempatan saja.  Biaya diferensial mencakup pula biaya keluar dari kantong di samping dalam pengambilan keputusan tertentu, biaya diferensial mencakup pula biaya kesempatan.

  1. Biaya Diferensial  Versus Biaya Keluar Dari Kantong (Out-Of-Pocket Cost)
Biaya yang akan memerlukan pengeluaran kas sekarang atau dalam jangka dekat sebagai akibat dari keputusan manajemen disebut sebagai biaya yang keluar dari kantong. Biaya depresiasi dalam aktiva tetap dalam pengambilan keputusan jangka pendek bukan merupakan biaya keluar dari kantong. Pembayaran kas ( atau setidak tidaknya kesanggupan untuk membayar kas) telah terjadi pada masa yang lalu, yaitu pada saat aktiva tetap tersebut diperoleh. Pada saat perolehan aktiva tetap tersebut harga perolehan aktiva tetap merupakan biaya keluar dari kantong, sedangkan pada masa sesudahnya, biaya depresiasi aktiva tetap bukan merupakan biaya keluar dari kantong. Biaya – biaya depresiasi, deplesi dan amortisasi merupakan biaya terbenam (sunk cost) dan merupakan biaya diferensial dalam pengambilan keputusan jangka pendek.  
Contoh 2
Alternative menggunakan sendiri ruang toko untuk perdagangan barang X
Taksiran hasil penjualan perbulan

Rp450.000
Taksiran kos penjualan

Rp200.000
Taksiran laba bruto

Rp250.000
Biaya usaha:


Taksiran biaya administrasi dan umum
Rp50.000

Taksiran biaya pemasaran
Rp25.000


Rp75.000

Taksiran laba bersih usaha

Rp175.000
Biaya kesempatan:


Pendapatn sewa yang dikorbankan

Rp150.000
Keuntungan memiliki alternative menggunakan sendiri ruang toko untuk berdagang barang X


Rp25.000

]  NILAI WAKTU UANG DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN JANGKA PANJANG
Di dalam pengambilan keputusan jangka panjang, nilai waktu uang memegang peranan penting . uang Rp 100 sekarang berbeda nilainya dengan Rp 100 yang akan diterima satu tahun kemudian. Jika seseorang disuruh memilih apakah uang Rp 100 lebih baik diterima sekarang atau setahun kemudian, maka ia tentu akan memilih menerima uang tersebut sekarang. Jika ia menerimanya sekarang, ia akan dapat menanamkanya untuk memperoleh pendapatan bunga selama setahun. Dengan demikian setahun kemudian ia akan menerima uang Rp 100 ditambah dengan pendapatan bunga setahun atas investasinya tersebut. Jika tingkat bunga majemuk 24% setahun, investasi Rp100 sekarang akan menjadi Rp124 setahun kemudian.
Oleh karena itu, seseorang akan lebih menyukai menderima uang segera daripada ditunda kemudian dan ia akan mau menukar sejumlah uangnya sekarang dengan jumlah yang sama pada masa yang akan datang . ia akan memegang prinsip bahwa jumlah uang yang akan datang harus lebih daripada jumlah sekarang.
Nilai Rp100 yang diinvestasikan sekarang pada tingkat bunga majemuk 24% per tahun, akan bertambah pada akhir setiap tahun selama 5 tahun disajikan sbb:
Tahun
Perhitungan
Nilai investasi
0

Rp100,00
1
Rp100,00 + 0,24 (Rp100,00)
Rp124,00
2
Rp124,00 + 0,24 (Rp124,00)
Rp153,76
3
Rp153,76 + 0,24 (Rp153,67)
Rp190,66
4
Rp190,66 + 0,24 (Rp190,66)
Rp236,42
5
Rp236,42 + 0,24 (Rp236,42)
Rp293,16

Nilai investasi pada tahun ke-n dengan tingkat bunga sebesar i dihitung dengan rumus :
         = investasi pada tahun ke-n
         = investasi pada tahun ke-0
I           = tingkat bunga
N         = jangka waktu
Untuk pengambilan keputusan investasi semua arus kas yang diperkirakan akan diterima dan dikeluarkan selama umur investasi harus dinyatakan nilainya pada nilai tahun ke-0 dengan kata lain harus dihitung nilai tunainya agar dapat diperbandingkan. Rumus perhitungan nilai tunai sebagai berikut:
NT       = AK x  
NT = nilai tunai
AK = arus kas
i = tingkat bunga
n = jangka waktu
           
]  MANFAAT INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Setelah dituraikan secara mendalam pengerian biaya diferensial, berikut ini akan diuraikan manfaat informasi akuntansi diferensial dalam pengambilan keputusan jangka pendek. Umumnya manajemen menghadapi 4 macam pengambilan keputusan jangka pendek berikut ini :
1.      Membeli atau membuat sendiri (Make or Buy Decision)
2.      Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk (sell or process further)
3.      Menghentiakan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan usaha suatu bagian perusahaan (stop or continue product line)
4.      Menerima atau menolak pesanan khusus (Special order decision)




1.      Membeli  atau membuat sendiri (make or buy decision)
Pertimbangan membeli atau menbuat sendiri dapat juga timbul sebagai akibat adanya taksiran penghematan biaya jika suatu komponen yang sebelumnya dibeli dari pemasok luar direncanakan akan dibuat sendiri oleh perusahaan.
Keputusan membeli atau membuat sendiri dapat dibagi menjadi 2 macam:
a)      Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya memproduksi sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan membeli produk tersebut dari pemasok luar.
b)      Keputusan membeli atau membuat sendiri yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya membeli produk tertentu dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk tersebut.
Keputusan membeli atau membuat sendiri tipe pertama umumnya merupakan keputusan manajemen jangka pendek, yang tidak menyangkut investasi jangka panjang. Dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini :
»        Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi tidak dapat dimanfaatkan jika produk dihentikan produksinya karena manajemen memilih alternative membeli dari luar. Untuk pengambilan keutusan, manajemen perlu memperhitungkan pengorbanan dan manfaat dari pemilihan alternative Keputusan membeli atau membuat sendiri. Jika perusahaan sebelumnya membuat sendiri kemudian mempertimbangkan akan membeli dari luar, mafaat dari pemilihan alternative membeli dari luar adalah besarnya biaya diferensial Yang berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan membeli sendiri dihentikan. Pengorbanan dari pemilihan alternative membeli dari luar adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikuluarkan untuk membeli produk dari pemasok luar. Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternative memneli dari luar lebih menguntungkan jika dipilih. Sebaliknya, jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternative membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih.
»        Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi dapat dimanfaatkan untuk usaha lain yang mendatangkan laba, jika produk dihentikan produksinya, karena manajemen memilih alternative membeli dari luar. Jika  perusahaan sebelumnya membuat sendiri kemudian mempertimbangkan akan membali dari luar , manfaat dari pemilihan alternative membeliadari luar adalah besarnya biaya diferensialyang berupa biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika kegiatan membuat sendiri dihentikan dan pendapatan diferensial dari pemanfaatan fasilitas dalam usaha bisnis lain. Pengorbanan dari pemilihan alternative membeli dari luar adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikuluarkan untuk membeli produk dari pemasok luar. Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternative membeli dari luar lebih menguntungkan jika dipilih. Sabaliknya jika manfaat lebih kecil dari pengorbanan, alternative membeli dari luar sebaiknya tidak dipilih.
Contoh. PT Yogyakarta berusaha dalam bidang perakitan. Suku cadang A dari produk rakitannya selama ini diproduksi sendiri dalam pabriknya. Kebutuhan suku cadang tersebut berjumlah 100.000 buah setahun. Biaya produksi suku cadang A disajikan pada gambar. Perusahaan tersebut menerima tawaran dari perusahaan lain untuk membeli suku cadang A tersebut dengan harga Rp25 per buah. Ditinjau dari biaya manajemen puncak perusahaan perlu mempertimbangkan keputusan membeli suku cadang tersebut atau tetap memproduksi sendiri.

Per buah
100.000 buah
Biaya bahan baku
Rp 5
Rp 500.000
Biaya tenaga kerja variable
Rp 10
Rp 1.000.000
Biaya overhead pabrik variable
Rp 3
Rp 300.000
Biaya overhead pabrik tetap terhindarkan
Rp 4
Rp 400.000
Biaya overhead pabrik tetap bersama
Rp 5
Rp 500.000
Jumlah biaya produksi
Rp 27
Rp 2.700.000

Keputusan membeli atau membuat sendiri tipe kedua merupakan keputusan manajemen jangka panjang karena kemungkinan menyangkut investasi dana dalam jumlah yang besar  untuk pengadaan mesin dan perlengkapan produksi. Dua kemungkinan yang dihadapi oleh manajemen dalam pengambilan keputusan ini :
a)      Keputusan membuat tidak akan memerlukan tambahan fasilitas produksi, karena manajemen dapat memanfaatkan kapasitas yang masih menganggur dari mesin dan ekuipmen yang telah dimiliki sebelumnya. Jika perusahaan sebelumnya membeli dari luar dan kemudian mempertimbangkan akan membuat sendiri, manfaat dari pemilihan alternative membuat sendiri adalah besarnya biaya diferensial yang berupa biaya terhindarkan (avoidable cost) sebagai akibat dari membeli produk dari pemasok luar. Pengorbanan dari pemilihan alternative membuat sendiri adalah sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sandiri produk tersebut. Jika manfaat lebih besar dari pengorbanan, alternative membuat sendiri lebih menguntungkan jika dipilih. Sebaliknya jika manfaaat lebih kecil dari pengorbanan, alternative membuat sendiri sabaiknya tidak dipilih.
b)      Keputusan membuat sendiri akan mengakibatkan manajemen memerlukan tambahan investasi dalam mesin dan ekuipmen. Jika perusahaan sebelumnya membeli dari luar dan kemudian mempertimbangkan akan membuat sendiri, serta memerlukan mesin dan ekuipmen untuk memprodiksi sendiri, manfaat dari pemilihan alternative membuat sendiri adalah besarnya biaya diferensial yang berupa biaya terhindarkan  (avoidable cost)  sebagai akibat dari membeli produk dari pemasok luar. Pengorbanan dari pemilihan alternative membuat  sendiri adalah sebesar biaya difirensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri produk tersebut. Manfaat bersin yang diperoleh dibandingkan dengan besarnya investasi dalam mesin dan ekuipmen  (aktiva penuh) untuk memutuskan apakah manfaat bersih yang diperoleh sebanding dengan investasi yang akan dilakukan.

2.      Membeli Atau Membuat Sendiri Dalam Lingkungan Manufaktur Maju
Dalam lingkungan manufaktur maju, JIT manufacturing system melakukan berbagai perubahan dengan perancangan kembali dan penyederhanaan proses manufaktur. Sebagai akibatnya, banyak biaya yang semula berupa biaya bergabung (common cost), dalam lingkungan manufaktur maju di ubah menjadi biaya langsung yang dapat dirunut dengan mudah ke produk. Dengan demikian, akan dapat dengan mudah diidentifikasi biaya langsung yang relevan untuk dipertimbangkan dalam keputusan membeli atau membuat sendiri suatu produk. Disamping itu, dengan semakin tingginya persentase non-volume-related costs dari total biaya produk, keputusan membeli atau membuat sendiri harus mempertimbangkan jenis biaya tersebut dalam menghitung biaya terhindarkan (avoidable cost).
Contoh. PT X memproduksi suku cadang A dan merupakan salah satu komponen untuk memproduksi produk akhir yang dijual dipasar. Perusahaan menerima penawaran harga suku cadang A dari pemasok luar dengan harga Rp 4,75 per unit, suatu harga penawaran yang berada jauh di bawah biaya produksi PT X. Menurut catatan akuntansi biaya, perusahaan rata-rata memproduksi 100.000 unit suku cadang A per tahun dengan rincian biaya seperti berikut :
Biaya bahan baku                                                        Rp 50.000
Biaya tenaga kerja                                                       Rp 200.000
Biaya overhead pabrik variable                                   Rp 80.000
Biaya overhead pabrik tetap:
            Biaya tetap langsung:
                        Biaya supervise                                   Rp 50.000
                        Biaya sewa ekuipmen                         Rp 70.000
            Biaya tetap tidak langsung                             Rp 300.000
Total biaya                                                                  Rp 750.000
Biaya per unit Rp 75.000 + Rp 100.000                     Rp 7,50


3.      Menjual Atau  Memproses Lebih Lanjut Suatu Produk
Adakalanya manajemen puncak dihadapkan pada pilihan menjual produk tertentu pada kondisi sekarang atau memprosesnya lebih lanjut menjadi produk lain yang lebih tinggi harga jualnya. Dalam pengambilan keputusan macam ini, informasi akuntansi diferensial yang diperlikan oleh manajemen adalah pendapatan diferensial dengan biaya diferensial jika alternative memproses lebih lsnjut dipilih.

4.      Menghentikan Atau Melanjutkan Produksi Produk Tertentu Atau Kegiatan Usaha Departemen Tertentu
Dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam keluarga produk  (product line) atau yang memiliki berbagai departemen penghasil laba, adakalanya manajemen puncak menghadapi salah satu keluarga produknya atau salah satu departemenya mangalami kerugian usaha yang diperkirakan akan berlangsung terus.
Informasi yang relevan untuk mempertimbangkan dalam pengambilan keputusan ini adalah biaya diferensial dan pendapatan diferensail. Dengan dihentikannya produksi produk tertentu atau kegiatan departemen tertentu perusahan akan kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan dari produk atau departemen tersebut.pendapatan yang hilang tersebut (foregone revenues) ini merupakan informasi pendapatan diferensial dan merupakan  pengorbanan yang ditanggung karena pemilihan alternative  menghentikan produksi produk atau departemen tertentu.

5.      Menerima Atau Menolak Pesanan Khusus
Dalam pengambilan keputusan menerima atau menolak pesanan khusus, informasi akuntansi diferensial yang relevan adalah pendapatan diferensial dan biaya diferensial. Jika pendapatan diferensial  (yaitu tambahan pendapatan denganditerimanya pesanan khusus tersebut)  lebih tinggi dibandingkan dengan biaya diferensial (yaitu tambahan biaya karena memenuhipesanan khusus tersebut), maka pesanan khusus sebaiknya diterima. Di pihak lain, jika pendapatan diferensial lebih rendah dibandingkan dengan biaya diferensial, maka pesanan khusus sebaiknya ditolak.

]  PENGARUH PAJAK PENGHASILAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pajak penghasilan merupakan pengeluaran kas. Besar pajak penghasilan yang harus dibayar oleh perusahaan dipengaruhi oleh jumlah/dan saat aliran kas. Penghemantan kas yang diperoleh di dalam usaha akan menyebabkan kenaikan jumlah laba kena pajak dan akibatnya akan menaikkan pengeluaran kas untuk pajak. Di lain pihak, kenaikan jumlah aliran kas di dalam usaha akan mempunyai akibat sebaliknya, yaitu penghematan pajak. Oleh karena itu, pajak penghasil akan mempunyai pengaruh yang besar dalam pengambilan keputusan bentuk badan usaha, manajemen aktiva tetap, pemilihan metode akuntansi, dan pemilihan metode pembelanjaan perusahaan. Berbagai pengambilan keputusan tersebut akan mempengaruhi  aliran kas perusahaan, yang akan berakibat terhadap pengeluaran kas perusahaan untuk pembayaran  kewajiban pajak penghasilan.


KESIMPULAN

Informasi akuntansi deferensial terdiri dari informasi pendapatan diferensial, informasi biaya diferensial, dan informasi aktiva diferensial bermanfaat bagi manajemen dalam pengambilan keputusan jangka pendek. Pengertian informasi biaya diferensial tidak selalu sama dengan biaya variable, biaya tetap, biaya tambahan (incremental cost), biaya kesempatan (opportunity costs), dan biaya keluar dari saku (out-of-pocket cost).
Informasi akuntansi diferensial bermanfaat bagi manajemen dalam pengambilan keputusan membeli atau membuat sendiri, menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk, menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu atau kegiatan usaha bagian perusahaan, dan menerima atau menolak pesanan khusus.
DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen edisi 3. Salemba Empat. Jakarta.