Jumat, 30 Oktober 2015

Marketing plan " Angkringan "

BAB I
ANALISIS SITUASI BISNIS

Angkringan dalam bahasa Indonesia mempunyai arti tongkrongan, tempat ngumpul atau tempat ngobrol. Angkringan merupakan suatu konsep berjualan makanan dan minuman yang asyik untuk mengobrol. Hanya ada gerobak yang di terangi oleh lampu minyak, angkringan menjadi tempat yang favorit untuk sekedar makan dan bertukar pikiran. Angkringan kini telah menjadi tempat makan yang paling banyak di pilih orang, karena dengan harganya yang murah meriah yang hampir bisa di jangkau oleh semua kalangan masyarakat. Suasana dan tempat yang pas untuk sebagian orang menghabiskan malam.
Angkringan Makadhiba adalah suatu usaha kuliner yang kami buka untuk semua kalangan mayarakat yaitu sebuah warung multi-user yang tidak memperlihatkan strata sosial, dari yang berpehangsilan kecil maupun besar, baik pelajar, petani, mahasiswa, tukang becak, anak-anak perantauan, mahasiswa, budayawan dan seniman, karyawan hingga eksekutif. Dalam usaha ini kami menekankan pada kualitas makanan dan kenyamanan pembeli, sehingga pembeli merasakan fell free. Dengan model bisnis strategi pemasaran dan pelayanan yang baik dengan tim menajemen yang kompetitif dan suka bereksploarasi, sehingga usaha ini mempunyai peluang yang bagus kedepannya.

1 Analisis situasi
Warung angkringan Makadhiba akan di buka pada tahun ini dengan menu-menu baru yang akan di tawarkan kepada pelanggan. Dengan konsep yang berbeda dengan warung pangan lainnya dan lokasi yang strategis sehingga akan menarik banyak palanggan.
1.1 Ringkasan pasar
Warung angkringan ini memiliki tim kompetitif dan suka bereksplorasi yang mengutamakan produk yang akan di tawarkan kepada pelanggan dan kenyaman pelanggan. Menu makanan di angkringan ini adalah aneka gorengan mulai dari pisang goreng, tahu goreng, tape goreng, kroket, tempe goreng, sate usus atau sate tusuk, sate telur puyuh bacem, sate keong, sate kulit, ceker ayam, kerupuk, bacem tahu tempe, bacem kepala dan ekor. Dan kami juga menambahkan makan khas dari suatu angkringan yaitu sego luwak, sego djinggo, sambel teri atau oseng tempe. Sementara minumnya kami menawarkan aneka teh panas, wedang jahe, kopi jahe, susu jahe, wedang kopi, kopi susu, wedang jeruk, kopi padang.

1.2 Demografi pasar
Profil untuk pelanggan umum Angkringan Makadhiba terdiri dari faktor-faktor geografik, demografik, dan faktor perilaku sebagai berikut:
a)      Geografik
Salah satu kunci kesuksesan jika ingin membangun usaha adalah pemilihan lokasi, karena lokasi ini bisa mempengaruhi dari minat pembeli di sekitarnya. Kami memilih lokasi di depan RSU Soewondo, karena wilayah tersebut lokasi strategis yang lebih dekat dengan lingkungan masyarakat yaitu: tempat mangkal ojek dan tukang becak, daerah kost – kostan, ruko – ruko, dan  dekat dengan mini market. Dan juga, tempat tersebut mempuyai suasana yang enak untuk ngobrol dan unutk ngumpul-ngumpul.
b)      Demografik
      Terdapat pelanggan yang sama antara konsumen laki-laki dan perempuan
      Target usia pelanggan angkringan ini berkisar 10 – 25 tahun keatas.
      Makanan siap saji yang cocok untuk semua usia yang pada dasarnya memiliki sifat konsumtif.
     Pelanggan ditujukan kepada semua kalangan baik pelajar, petani, mahasiswa, tukang becak, anak2 perantauan, mahasiswa, budayawan dan seniman, karyawan hingga eksekutif.
      Pelanggan yang akan sering datang, ditaksirkan adalah mahasiswa.
c)   Faktor perilaku
     Pelanggan akan menikamti suasana yang beda, suasana yang nyaman untuk menghilangkan rasa penat mereka setelah seharian beraktivitas dengan menikamati makan dan minuman yang kami tawarkan.
     Para pelanggan tidak akan merasa kecewa dengan uang yang mereka keluarkan, karena sebanding dengan yangmereka dapatkan atas pelayanan kami.
     Dengan pelayanan yang terbaik, pelanggan akan merasa puas dan diharapkan membawa calon pelanggan lainnya dengan memberikan informasi pada orang lain.
1.3 Kebutuhan pasar
    Dengan melihat sifat manusia yang cenderung bersifat konsumtif, dan lebih praktis dengan makanan cepat saji maka usaha ini peluangnya sangat besar.

1.4 Tren pasar
Kami melihat persaingan pasar yang terjadi pada saat ini khususnya daerah Pati ini, kami melakukan eksplorasi untuk memberikan hal yang baru bagi pelanggan dengan konsep yang berbeda dengan warung lainnya yaitu bukan warung namun angkringan dan harga yang di patok juga terjangkau untuk semua kalangan. Untuk membuat para pelanggan merasa puas kami juga memberikan pelayanan yang ramah dan tempat yang nyaman. Kami tidak memberikan sekat antara penjual dan pembeli, mereka bebas memilih sendiri makanan apa yang mereka sukai dengan langsung mengambilnya karena kami menerapkan makanan secara prasmanan.


BAB II
ANALISIS SWOT

Pengertian SWOT
SWOT adalah akronim untuk kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dari lingkungan eksternal perusahaan. Menurut Jogiyanto (2005:46), SWOT digunakan untuk menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan-tantangan yang dihadapi

Menurut David (Fred R. David, 2008,8), Semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnis. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area bisnis.
Kekuatan/kelemahan internal, digabungkan dengan peluang/ancaman dari eksternal dan pernyataan misi yang jelas, menjadi dasar untuk penetapan tujuan dan strategi.Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan.

Berikut ini merupakan penjelasan dari SWOT (David,Fred R.,2005:47) yaitu :
1. Kekuatan (Strenghts)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keungulan-keungulan lain yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi khusus yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar
2. Kelemahan (Weakness)
Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan, dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan. Keterbatasan tersebut daoat berupa fasilitas, sumber daya keuangan,kemampuan manajemen dan keterampilan pemasaran dapat meruoakan sumber dari kelemahan perusahaan.
3. Peluang (Opportunities)
Peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecendrungan – kecendrungan penting merupakan salah satu sumber peluang, seperti perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau pemasokk merupakan gambaran peluang bagi perusahaan.
4. Ancaman (Threats)
Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat merupakan ancaman bagi kesuksesan perusahaan.

Analisis SWOT berikut menagkap kekuatan dan kelemahan utama usaha dan menggambarkan peluang serta ancaman yang dihadapi angkringan.
a)      Strength (kekuatan)
      Penyajiannya yang sangat praktis, membuat makanan cepat saji banyak diminati konsumen. Tentu kondisi ini akan memberikan keuntungan cukup besar, karena potensi pasarnya juga akan semakin besar.
       Suasana yang santai penuh kekeluargaan dan keakraban baik dari pedagangnya maupun dari para pembelinya.
              Adanya kenyamanan dan keleluasaan yang ditawarkan Angkringan Makadhiba yang menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan angkringan dengan warung makan lain yang telah ada.
              Pemahaman yang cukup baik tentang produk yang di butuhkan masyarakat.
  Rancangan pelayanan yang kreatif karena adanya eksplorasi.
              Penggunaan model bisnis yang mengutamakan kualitas menu yang ditawarkan, pelayanan, lokasi yang tepat dan kemampuan dalam mengorganisasi usaha yang baik.
b)      Weeknes (kelemahan)
              Kenaikan harga bahan baku, dan tingginya persaingan pasar. Namun mengatasi kendala tersebut, kami menjalin hubungan kerja dengan supplier bahan baku, dan berusaha menciptakan inovasi baru dalam membuat menu makanan tersebut.
              Mengandalkan modal luar (bantuan modal) untuk pendirian dan pengembangan bisnis.
c)      Opportunity (peluang)
  Adanya dukungan dari masyarakat atau pihak terkait untuk mendirikan usaha tersebut.
              Sifat manusia yang cenderung konsumtif.
d)     Threat (ancaman)
               Adanya isu buruk dari para pesaing.
               Iklim yang tak menentu

Persaingan
Angkringan merupakan model perdagangan makanan dan minuman dengan menggunakan gerobak dorong berbeda dengan warung lainnya. Angkringan ini disertai tempat duduk dan tikar untuk pelanggan yang memilih untuk lesehan. Usaha ini menekankan pada produk yang di jual dan pelayanan yang di berikan kepada pelanggan.

Tawaran produk
Angkringan Makadhiba akan menawarkan beberapa produk sebagai berikut:
         Makanan dan minuman dengan harga terjangkau namun kualitas dapat dibandingkan dengan makanan dan minuman yang di jual dengan harga mahal. Karena kami menjual produk yang dapat terjangkau oleh semua golongan, khusunya perawat dan anak muda yang sangat identik dengan angkringan ini.

Kunci menuju keberhasilan
Agar konsumen tidak berpaling ke produk orang lain, maka sebisa mungkin kami jaga kualitas cita rasa makanan yang akan ditawarkan kepada konsumen. Karena dalam menjalankan bisnis makanan, cita rasa produk makanan yang lezat menjadi kunci utama sebuah bisnis untuk mencapai kesuksesan.

Isu-isu penting
Sebagai bisnis yang baru memulai, isu-isu penting sangat perlu untuk dikelola:
           Memantapkan usaha dengan meminimalisir kekurangan pada usaha ini.
           Memantau kepuasan pelanggan.



BAB III
STRATEGI PEMASARAN


1.    Definisi Strategi Pemasaran
            Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya. Strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap yaitu: segmentasi pasar (segmenting), penetapan pasar sasaran (targeting), dan penetapan posisi pasar (positioning)(Kotler&Keller, 2009).

2.    Mengidentifikasi Segmen Pasar dan Memilih Pasar Sasaran (STP)
            Suatu perusahan dalam menawarkan  produk maupun jasanya  tidak dapat melayani semua kebutuhan konsumennya yang terdiri dari berbagai segmen pasar yang sangat beragam. Masing-masing konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda dan sangat bervariasi keinginannya. Suatu perusahaan  perlu mengidentifikasikan segmen pasarnya sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan konsumennya dengan lebih efektif (Kotler, 2003).

2.1  Segmenting
Segmentasi pasar merupakan kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau ramuan pemasaran tersendiri (Kasali, 2001). Segmentasi pasar menurut Kotler (2002:59) merupakan suatu usaha untuk meningkatkan ketepatan pemasaran perusahaan. Dasar segmentasi pasar konsumen adalah segmentasi geografis, demografis, psikografis dan prilaku. Segmentasi dapat menjadi faktor kunci untuk memenangkan persaingan dengan melihat pasar dari sudut yang unik dengan cara yang berbeda dari pesaing.
           
Usaha sejenis di Pati ini mungkin sudah banyak, namun kami lebih memayoritaskan kualitas produk yang kami tawarkan kepada pelanggan dan pelayanan yang memuaskan. Apabila usaha ini maju dan berkembang maka kami akan membuka cabang di daerah sekitarnya. Angkringan ini menaruh segmen pasar pada setiap kalangan dari usia muda hingga dewasa yang kini lebih sering dijadikan lokasi berkumpul. Terutama pada area pati untuk kalangan anak kos dan sejenisnya.

2.2 Targeting
Targeting merupakan proses mengevaluasi dan memilih satu atau beberapa segmen pasar yang dinilai paling menarik untuk dilayani dengan program pemasaran spesifik pemasaran. Kriteria evaluasi yang digunakan meliputi ukuran dan potensi perubahan segmen, karakteristik struktural segmen dan kesesuaian antara produk dan pasar (Tjiptono, 2008).

     Strategi pemasaran bisa dilakukan dengan sangat gampang. Awal jualan kami memberikan pelayanan yang baik. Pelayanan yang baik tersebut harus dilakukan terus menerus agar banyak pelanggan yang makan di angkringan kita. Disamping itu, kami juga memilih lokasi strategis di dekat kost-kostan, di dekat kontrakan, di tempat yang banyak orang nongkrong dan mempunyai suasana yang bagus dan indah agar pelanggan betah betah berada di angkringan kita.
Angkringan Makadhiba ini akan memposisikan diri sebagai usaha kuliner yang selalu menjaga kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Dengan tim yang berpengalaman akan menjadikan usaha ini maju dan berkembang.
        Misi kami dalam usaha angkringan ini adalah memberikan produk dan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan. “Kepuasan anda kebahagian kami”.

2.2     Positioning
Definisi positioning menurut Kotler dan Keller (2009), adalah merupakan suatu aktivitas perusahaan dalam memberikan suatu citra yang ditaruh di dalam benak pikiran pasar sasaran atau target konsumen. Dari definisi ini dijelaskan bahwa positioning memiliki tujuan untuk melokasikan suatu brand di dalam pikiran konsumen agar dapat memberikan nilai tambah (manfaat) yang lebih kepada perusahaan.

Pertama, pelayanan yang baik tersebut harus dilakukan terus menerus agar banyak pelanggan yang makan di angkringan kita. Kedua, menjaga kualitas kuliner yang di tawarkan. Ketiga, kami juga memilih lokasi strategis di dekat kost-kostan, di dekat kontrakan, di tempat yang banyak orang nongkrong dan mempunyai suasana yang bagus dan indah agar pelanggan betah betah berada di angkringan kita. Keempat, melakukan promosi dengan banner, spanduk, dan brosur.





BAB IV
MARKETING MIX


Analisa Marketing Mix
Pengertian marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan lain dari sistem pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. Keempat variabel tersebut dapat dikombinasikan dan saling berkaitan satu sama lain sehingga keputusan di satu bagian akan mempengaruhi tindakan dibagian lain, sebagaimana halnya konsep sistem.

1.     Produk (product)
Menurut Kotler dan Armstrong (2001:346),  produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Produk adalah  segala sesuatu yang meliputi obyek fisik, jasa, tempat, organisasi, gagasan, ataupun pribadi yang dapat ditawarkan produsen untuk diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dan keinginannya.

2.    Distribusi (place)
Pendistribusian adalah kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar serta mempermudah penyampain produk dan jasa dari produsen kepada konsumen sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperluka.
Menurut Lamb (2001:56), tempat merupakan distribusi secara fisik, yang mencakup semua aktivitas bisnis yang berkaitan dengan penyimpanan dan pengangkutan sejumlah bahan baku atau produk jadi. Tempat sering dikaitkan dengan strategi distribusi suatu produk. Strategi distribusi berkaitan dengan upaya membuat produk tersedia kapan dan dimana konsumen membutuhkannya. Jadi pendistribusian diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.  Tujuan dari distribusi adalah untuk memastikan bahwa produk tiba dalam kondisi layak pakai pada tempat yang ditunjuk pada saat diperlukan.
3.    Harga (price)
Harga adalah apa yang harus diberikan oleh pembeli untuk mendapatkan suatu produk (Lamb,dkk, 2001:56). Harga adalah nilai pertukaran atas manfaat produk bagi konsumen maupun bagi produsen yang umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (rupiah, dollar, yen, ruppe, dan sebagainya).

4.    Promosi (promotion)
Menurut Kotler dan Amstrong (2001:74),  promosi merupakan aktivitas mengkomunikasikan keunggulan produk serta membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya. Peran promosi dalam bauran pemasaran adalah menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju melalui penyampaian informasi mendidik, membujuk, atau mengingatkan mereka akan manfaat suatu organisasi atau suatu produk.


Bauran pemasaran Angkringan Makadhiba ini tediri dari pendekatan-pendekatan terhadap produk (product), penetapan harga (price), tempat (place), promosi (promotion) yang dikenal dengan “marketing mix” . Angkringan juga menambahkan bauran pemasaran menjadi 3P yaitu, orang (people), proses (proces), (physical evidence).

a)   Produk (product)
Produk yang ditawarkan oleh Angkringan Makadhiba ini adalah produk yang terjagkau untuk semua golongan yaitu dengan menu makanan adalah aneka gorengan mulai dari pisang goreng, tahu goreng, tape goreng, kroket, tempe goreng, sate usus atau sate tusuk, sate telur puyuh bacem, sate keong, sate kulit, ceker ayam, kerupuk, bacem tahu tempe, bacem kepala dan ekor. Dan kami juga menambahkan makan khas dari suatu angkringan yaitu sego luwak, sego djinggo, sambel teri atau oseng tempe. Sementara minumnya kami menawarkan aneka teh panas, wedang jahe, kopi jahe, susu jahe, wedang kopi, kopi susu, wedang jeruk, kopi padang.


b)   Penetapan harga (price)
Penetapan harga merupakan salah satu strategi dalam penarikan pelanggan dalam usaha kami ini. Kami mematok harga yang terjangkau untuk semua kalangan.
No.
Menu
Kisaran harga jual
1.       
Segoi luwak
Rp.2.500
2.       
Sego djinggo
Rp.2.500
3.       
Nasi Kucing Isi Teri
Rp.2.500
4.       
Bacem tahu
Rp.1.000
5.       
Bacem tempe
Rp.1.000
6.       
Gorengan Tahu isi
Rp.700 - Rp.1.000
7.       
Pisang goreng
Rp.700 - Rp.1.000
8.       
Tahu goreng
Rp.700 - Rp.1.000
9.       
Tape goreng
Rp.700 - Rp.1.000
10.   
Sate Kikil
Rp.2.000 - Rp.2.500
11.   
Sate Kulit
Rp.2.000 - Rp.2.500
12.   
Sate usus
Rp.2.000 - Rp.2.500
13.   
sate keong
Rp.2.000 - Rp.2.500
14.   
ceker ayam
Rp.2.000 - Rp.2.500
15.   
Kopi
Rp.2.000
16.   
Wedang jahe
Rp.3.000
17.   
Teh hangat
Rp.2.000
18.   
Kopi susu
Rp.3.000

c)      Tempat (place)
Tempat merupakan salah satu kunci sukses, jadi pemilihan tempat harus di pikirkan matang-matang karena tempat ini juga merupakan sarana promosi. Kami memilih tempat yang sangat produktif yaitu sekitar RSU, kost-kostan dan lingkungan pelajar.kami memantapkan lokasi di dekat halte pinggir jalan raya dr. Susanto (Sekitar RSU Soewondo Pati)

d)     Promosi (promotion)
Promosi penting dalam usaha ini untuk mendatangkan banyak pelanggan. Kami melakukan penyebaran pamflet, banner, brosur dan membuat spanduk untuk mempromosikan usaha ini.
e)      Orang (people)
Kami memberikan suasana yang santai penuh kekeluargaan dan keakraban baik dari pedagangnya maupun dari para pembelinya. Memberikan kenyamanan dan keleluasaan yang akan menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan angkringan Makadhiba ini dengan warung makan lain yang telah ada.
f)   Proses (proces)
Memberikan pelayanan yang baik dengan tanggap pada setiap permintaan pelanggan dan memperhatikan apa yang mereka butuhkan.
g)     (physical evidence)
Menyangkut physical evidence terhadap usaha jasa meliputi kualitas makanan yang terjaga, pelayanan yang baik.

BAB V
KEUANGAN
5.1  Rincian Anggaran
1.  Modal awal
Modal Pribadi  Rp. 6.500.000,00.
2. Pengeluaran dan pembelian
Dalam usaha ini kami melakukan pengeluaran sebesar Rp. 6.500.000,00, dengan rincian sebagai berikut:
No.
Kelompok dan jenis barang
Item
Harga per item
jumlah
1.
Gerobak
-
-
-

Gerobak
1
Rp. 3.000.000,00
Rp. 3.000.000,00

Lampu neon
1
Rp.      25.000,00
Rp.      25.000,00

Gembok dan kunci
1
Rp.      10.000,00
Rp.      10.000,00
2.
Peralatan
-
-
-

Piring milamin
24
Rp.        2.000,00
Rp.      48.000,00

Gelas Beling
24
Rp         3.000,00
Rp.      72.000,00

Sendok
24
Rp.        1.500,00
Rp.      36.000,00

Keranjang Etalase
5
Rp.        5.000,00
Rp.      25.000,00

Tempat sambal
2
Rp.      10.000,00
Rp.      20.000,00

Tempat tissue
7
Rp.       5.000,00
Rp.      35.000,00

Tissue
7
Rp.       3.000,00
Rp.      21.000,00

Ember
2
Rp.      20.000,00
Rp.      40.000,00

Kain lap
3
Rp.        5.000,00
Rp.      15.000,00

Kakulator
1
Rp.      20.000,00
Rp.      20.000,00

Asbak
7
Rp.        5.000,00
Rp.      35.000,00

Termos
1
Rp.      70.000,00
Rp.      70.000,00

Keranjang sampah
2
Rp.      10.000,00
Rp.      20.000,00

Nota harian
1
Rp.        5.000,00
Rp.        5.000,00

Daftar menu
7
Rp.        1.500,00
Rp.      10.500,00

Toples(gula dan kopi)
2
Rp.      10.000,00
Rp.      20.000,00

Ceret
2
Rp.      15.000,00
Rp.      30.000,00

Pemeras jeruk
1
Rp.      15.000,00
Rp.      15.000,00

Meja kecil
7
Rp.      50.000,00
Rp.     350.000,00

Tikar yang lebar
5
Rp.     100.000,00
Rp.     500.000,00

Kompor gas + elpiji
1
Rp.  1.100.000,00
Rp.  1.100.000,00

Alat-alat penggorengan
1
Rp.     250.000,00
Rp.     250.000,00
3
Promosi
-
-
-

Spanduk
1
Rp.      50.000,00
Rp.      50.000,00

Brosur
500
Rp.           200,00
Rp.    100.000,00

Pamflet
50
Rp.            500,00
Rp.      25.000,00
4
Lain-lain
-
Rp.     102.500,00
Rp.    552.500,00
Total pengeluaran
Rp. 6.500.000,00

Dampak Lingkungan
Suasana yang santai penuh kekeluargaan dan keakraban baik dari pedagangnya maupun dari para pembelinya. Adanya kenyamanan dan keleluasaan yang ditawarkan Angkringan Makadhiba yang menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan angkringan dengan warung makan lain yang telah ada. Tanpa melihat strata sosial yang ada para pelanggan berbaur menjadi satu.

Dampak Sosial
Angkringan telah menjadi tempat konsumsi bagi semua lapisan sosial dalam masyarakat. Entah lapisan bawah, menengah atau yang disebut sebagai lapisan sosial atas. Angkringan sendiri menjadi istimewa karena interaksi sosial yang terjadi di dalamnya. Warung yang bisa menjadi contoh sebuah sistem paling sederhana yang sebenarnya pantas menjadi model untuk hubungan sosial, meskipun tidak bisa mencakup semua aspek. Egaliter atau sederajat adalah ciri khas utama warga angkringan. Tidak peduli siapa yang datang ke angkringan. Apabila ia sudah datang ke angkringan, ia harus siap berbaur tanpa memakai jabatan doktor, insinyur, pengacara, haji, atau yang lainnya. Inilah yang membuat warga angkringan menjadi akrab. Belajar mendengar orang lain sekaligus belajar menyampaikan pendapat pun menjadi aktivitas biasa yang tak membosankan, ditemani gorengan dan sesekali sruputan wedang jahe.



DAFTAR PUSTAKA

Kotler, P., dan Keller, K.L., 2008, Manajemen Pemasaran Edisi 12, Cetakan III, Alih Bahasa oleh Benyamin Molan, 5-24; 177-183.

Kasali, R. 2001. Membidik Pasar Indonesia, Segmenting, Targeting, dan Positioning. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Bisnis III. Yogyakarta: Andi Publisher


                      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar